Showing posts with label intanos. Show all posts
Showing posts with label intanos. Show all posts

22 November 2009

living rangga may you be alive!

HAAAAIIIIIIIII SEMUANYAAAAA!!!!!
udah lama bgt baru buka ini lagi. dan ternyata udah banyak juga postingan yang blm dibaca (huhu forgive me). apa kabar semuanya?
kachi gmn kerjaan?
kanot gmn the new town and wok?
kaudin gmn karir?gaji udh tambah naik brp?
teh devi skrg ngapain?
echy gmn kuliah?
ella gmn udah pake kerudung?
mala gmn wisuda bareng februari ini?
andien gmn kosan?

long time no see you.
MISS YOU ALLL
xoxo
intanoso :*

16 June 2009

maaf, kita berbeda.

bukan, bukan karena usiamu, jenis kelamin, orientasi, tinggi badan, pola pikir, pola hidup, kepribadian, hanya saja kita berbeda. atau setidak-tidaknya kita sudah berbeda.

mengapa? 
bukan karena waktu, bukan karena zaman, bukan karena tuntuntan, hanya saja kita berbeda.dan hanya perbedaan yang kulihat.

bagaimana bisa?
karena perbedaan telah memisahkan kita. dan kesamaan itu telah hilang. atau mungkin tidak pernah ada.

dimana kesamaan itu hilang? 
disaat perbedaan ini datang dan tersadar bahwa kesamaan itu sudah kutinggal di ujung jalan, perempatan kelima, yang kulewati tadi.

kapan bisa melihatnya kembali? 
tidak dalam waktu dekat ini. tidak dalam waktu mendatang. tidak dalam waktu yang kuinginkan.

apa yang membuat semua ini terjadi? 
perasaan akan perbedaan, hanya itu.

siapa yang membawanya kemari? 
aku dan mungkin kamu. atau mungkin kita berdua membawanya secara bersamaan di awal perkenalan. 

**mengapa semuanya menjadi berbeda ketika perbedaan menjadi keunikan dari setiap individu di muka bumi. ketika keunikan adalah produk massal dari perusahaan-perusahaan kecantikan, ataupun jargon majalah-majalah "ideal". semua yang origins adalah mutlak dan itu unik dan itu lahir di setiap makhluk hidup dan itu berarti kita semua.

**lantas mengapa perbedaan kecil menjadi jurang terjal diantara saya, kamu, kalian, atau siapapun yang menganggap perbedaan sebagai juri/ hakim/ wasit kehidupan yang membedakan suatu kasta dengan yang lainnya, atau suatu kulit dengan kulit yang lainnya, atau suatu kebiasaan dengan kebiasaan lainnya.

**saya mengerti kamu makhluk hedonis, saya mengerti kamu makhluk teokratis, saya mengerti kamu akademisi, saya mengerti kamu teroris, saya mengerti kamu visioner, saya mengerti kamu oportunis, saya mengerti kamu gay, saya mengerti kamu berkulit hitam matang.

 
kita semua sama karena kita sama-sama berbeda.
mungkin, perbedaan kita hanya sebatas subjektifitas akan perbedaan itu sendiri, yang menjadi tolak ukur dari persamaan diantara kita. 







19 April 2009

may you rest in peace, honey.

* finally says hi to sunrise.good too see you again.

05.00 p.m. akhirnya merasakan udara segar, sama seperti di bulan-bulan puasa. kembali melihat mas ade, mba sari, dan mba ipah hilir mudik layaknya mikrolet yang menyapu jalanan di pagi hari membuat saya tersenyum. memang mirip mikrolet, pikir saya. setelah shalat subuh, saya bergerak menuju meja yang menyimpan laptop kesayangan. langsung membuka safari, mengecek blogspot, facebook, multiply, dan yahoo. ah jaman sekarang!begitu banyak media untuk berkomunikasi.

puas berjalan di social networking sites ini. tapi hmm, profile picture yang terpajang selama puluhan hari, bosan. saya langsung membuka iphoto, dan mencari file foto-foto yg cantik. agar profile saya di dunia maya pun terlihat cantik. minimal dalam salah satu dunia dimana saya hidup, saya terlihat cantik. saya mencoba membuka tapi hanya layar abu-abu pekat yang terlihat. ah saya coba lagi.lagi.coba lagi. lagi. tapi masih tidak muncul gambar apapun. hmm, saya mencoba membuka salah satu menunya, last 12 months events. no item. saya mulai panik. menelusuri track, pictures, all documents, dan berkhir di trash. tetap nihil.

pagi belum berakhir, tapi matahari sudah tidak cerah lagi.
selamat jalan foto-foto ku. semoga tak lenyap di hati.

18 April 2009

explanatory with a dot.

belakangan ini saya sering menyesal ketika harus dan terpaksa menjelaskan suatu perihal. secara impulsif, i did it. tapi semua penjelasan itu tidak membuat segala sesuatunya lebih baik. hanya menambah beban moral ketika suatu pernyataan yang terucap berubah menjadi fakta, lalu menjadi common sense. namun diartikan secara subjektif.

yes, subjektivitas tingkat tinggi. karena kita individu yang berbeda, pemikiran yang berbeda, hati yang berbeda mengolah pesan yang dikirim oleh komunikator secara berbeda. mungkin itulah mengapa kita sering bertanya akan makna dibalik pesan yang disampaikan. bahasa yang sama pun bukan jaminan dalam sebuah komunikasi yang terjalin.

ah bahkan saya bingung memberikan penjelasan ketika:
ibu bertanya, "ih ngapain malam-malam melukis sepatu di kosan teman?!", padahal saya berusia 21 tahun dan waktu menunjukkan pukul 10 malam.
atau ketika teman-teman dan mantan pacar saya menyimpulkan, kemudian disaat yang bersamaan juga menanyakan kedekatan saya dengan seorang teman. (yang menurut saya pribadi) ini adalah kesimpulan yang mereka tarik sendiri. sebuah kondisi yang terkonstruksi bukan karena saya seorang, melainkan dia, kalian, and everyone else.

wiseman said:
never explain. your friends do not need it and your enemies will not believe you anyway.


ah bersyukurlah sebuah penjelasan diakhiri dengan tanda titik. bukan titik-titik. explanation without dots, but only dot. hanya butuh untuk kamu. bukan kamu..kamu..kamu..*

10 April 2009

pesta demokrasi lancar, kosan hambar.

9 April 2009. Demokrasi Indonesia yang dikatakan mata dunia bertumbuh subur akhirnya berjalan lancar, setidaknya pelaksanaannya berjalan dengan baik. Pagi tadi jalan-jalan protokol Bandung tampak lenggang. Ampas kendaraan yang (biasanya) terpaksa dihirup di hari libur setidaknya baru terasa menjelang malam.
Beruntung. saya bekendaraan ketika jalanan itu masih tampak lapang, tidak panas sama sekali. Sesekali terlihat TPS yang masih menghitung suara. Entah suara palsu, suara gelembung, atau suara rakyat. yang jelas suara! dan paling tidak masih ada suara yang mau menjadi bagian dari proses pembelajaran demokrasi ini. Tidak seperti saya yang terlalu bingung menelan iklan partai di media. nyatanya semacam pembentukan realitas oleh media. membuat saya terlalu skeptis karena terlalu sering melihat iklan tapi tidak mengenal partai itu sendiri, apalagi calegnya.
Bingung ah, sama bingungnya ketika pulang ke kosan dan menemukan rentetan kamar gelap. hampir semua pulang ke rumah masing-masing, sebagian besar dengan alasan mencontreng. menjadikan saya satu-satunya anak kosan yang hadir dalam absen malam ini. om makis masih menonton tv di ruang tengah, mas ade dan mba sari masih pulang dengan alasan mencontreng, ella masih berjanji akan pulang malam ini, dan saya pun masih menunggu datangnya kantuk.

05 April 2009

bau nasgor mba sul setiap minggu

jam setengah lima. sama seperti minggu-minggu sebelumnya, mba sul udah nyiapin nasi goreng buat kita semua. nasi berwarna cokelat dengan potongan dadu daging sapi dan orak-arik telor. dari minggu ke minggu rasanya masih sama. bukti konsistensi dari mba sul yg bertaun-taun jadi koki di RM25. setiap hari wajan dan panci habis dijamahnya. bukan, bukan untuk dicuci karena itu pekerjaan mba sari(tem). melainkan dimasak untuk keluarga besar knoch, asosiasi MM(mba2,mas2) RM25 dan tidak lupa anak kosan tercinta yang mungkin kehabisan duit bulanan karena maraknya sale belakangan. menyesali uang yang raib, menikmati barang belanjaan, dan mensyukuri masih ada tempat berlabuh dikala perut kering kerontang (makin lebay).
baiklah, waktunya saya turun ke bawah untuk mengambil sepiring penuh nasi goreng mba sul :). ingin memilih dan memilah potongan dadu daging sapi itu sebanyak-banyaknya dalam piring agar tidak kehabisan.
selamat makan.
salam koki indonesia.
intan kalih sekarwangi known as intano/inato/tano/serena van der woodsen